Titin Hernawati

Titin Hernawati,S.Pd Guru Bahasa Inggris SMP Pasundan 9 Kota Bandung....

Selengkapnya
Wasiat Kakek Turun Gunung

Wasiat Kakek Turun Gunung

Seorang gadis lahir di bumi priangan. Gadis tersebut tinggal bersama kakek di daerah terpencil. Namanya Syawal.Saat itu Syawal berusia 10 tahun, sekolah di Sekolah Dasar.Neng Syawal selalu membantu kakek dan nenek, karena sejak kecil dititipkan orang tua kepada mereka.

Keseharian syawal nampaklah normal seperti perkembangan anak sesuai pada umurnya. Kelincahan Syawal membuat orang sekitar sangat mengagumi nya, keaktifan di sekolahnya pun membuat para Guru merasa bangga.

Pemikiran Syawal sangat kritis, sehingga tak sedikit orang merasa kalah berdebat ketika berbicara dengannya.Suatu hari Syawal diajak kakeknya menjemur gabah di ladang. Setiap Hari Syawal selalu memperhatikan pesawat terbang yang lewat diatas mereka. “ Aki, Kemanakah pesawat itu pergi? Tanya Syawal. “ ke Amerika yang ada dibelakang gunung”. “Bahasanya Apa Aki? “ tambah Syawal bertanya. “ Bahasa Inggris” tegas kakeknya.

Waktu bergulir dengan cepat, Syawal beranjak remaja. Dia sangat menikmati waktu belajar terutama bahasa Inggris.Syawal berkembang seperti anak remaja lainnya, mulai menyukai lawan jenisnya. Tapi, Syawal punya prinsip yang kuat mengejar cita cita setinggi langit karena mau ke Amerika berbekal ilmu Bahasa Inggris yang Syawal terima di bangku sekolah. Hingga suatu hari, Syawal duduk termangu di pelataran sekolah. “ Syawal… Syawal” teriak Ai teman dekatnya. “Ada apa?” kata Syawal Keheranan. “itu Bu Popon fitnah kamu, katanya Andri anaknya suka sama kamu karena guna guna kamu!” Ai menjelaskan. Betapa kagetnya Syawal mendengar itu dan teringat ucapan kakeknya yang selalu menjadi fatwa I kalau fitnah lebih kejam dari pembunuhan, dan harus di pertanggungjawabkan!.

Selama 2 malam Syawal tak bisa tidur memikirkan bagaimana menyelesaikan masalahnya. Fatwa 2 Kakek yang menjelaskan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Hingga pada pagi hari Syawal fokus melihat pintu rumah Bu Popon yang tepat di depan rumah Syawal berharap pintunya terbuka, Syawal mempunyai strategi jitu untuk melawan fitnah itu. Ketika Bu Popon keluar rumah, Syawal mengikui kemana ibu itu pergi. Setibanya di pinggir kolam Syawal tiba tiba mendorong Bu popon ke dalam kolam dan “ Byuuuuuurrrrrrr” Syawal meras puas “ Ibu , kenapa Fitnah saya? “ Bu popon berteriak “ kamu anak kurang ajar, awas kamu!”.

Pagi itu goncang ganjing, Syawal dan Bu popon dibawa ke Desa untuk dimusyawarahkan. Syawal merasa tidak salah, dan betapa marahnya Bu Popon saat itu.Malam harinya Syawal dipanggil kakeknya di beranda rumah. Kakeknya memberikan Fatwa3 menyuruh Syawal untuk menganalisis SWOT kejadian yang terjadi. Ah kakek.. aku harus meminta maaf sama Bu Popon “,akhirnya Syawal menutup perakapan malam itu.

Tak terasa Syawal beranjak Remaja- Dewasa, bangku SMA dia lalui, suatu hari syawal sangat ingin aktif disebuah organisasi karena Syawal yakin dengan ucapan kakeknya Fatwa4 bahwa organisasi dapat membuat diri lebih dewasa.

Syawal aktif kegiatan ekstrakurikuler Paskibra selama 3 bulan, ketikan pelatikan Capas ( Calon Paskibra) menjadi Pasukan Paskibra. Betapa bahagianya Syawal, semua persiapan sudah disiapkan dengan baik dan segudang Doa dari kakek tercinta ,”Siapkan rencananya, laksanakan, dan evaluasi kekuranganmu dalam pelantikan Paskibranya “ Fatwa 5 kata kakeknya sambil melepas kepergian Syawal menimba ilmu.

Kegiatan berjalan 3 jalan, tiba tiba instruktur memanggil Syawal dengan lantang “ Syawal sebagai penjuruuuu “, Syawal tersentak dan siap menjawab “ Syawal siap sebagai penjuru,laksanakan!”

Instruktur datang menghampiri dan langsung berkata " Kami gagal, Karena kami pendek". Betapa hancur hati Syawal mendengar itu, dengan muka lusuh Dan penuh kecewa Syawal meninggalkan barisan. " Kau monster, membunuhku" gumam Syawal

Menangislah Syawal di pangkuan kakeknya, berbagi kesedihan. Kakeknya seperti biasanya mengeluarkan fatwa 6 " Hidup itu tidak harus sesuai dengan app yang diharafkan,kami pendek tapi kami punya kelebihan. Kami bisa diatas Paskibra, OSIS jadilah Ketua OSIS,majulah Dan berkarya!".

Laksana Raja Dilaut, Syawal sedikit terobati. Syawal merasa Ada energi yang besar yang menyemangati untuk terus masju Dan Berkarya.

Akhirnya Syawal pun menjadi Ketua OSIS Dan mengisi keseharian nya dengan kegiatan yang positif.

Keaktifan Syawal dalam berorganisasi selalu dipantau kakek kesayangannya Dan selalu berpegang teguh pada fatwa 7 kakeknya yaitu selali memberikan standar pelayanan minimum kepada seluruh mahasiswa.Syawal menjadi sosok yang dewasa Dan mempunyai cita cita menjadi manusia yang bahagia Dunia Dan akherat. Syaw menjadi guru.Pengalaman mengajar Dan menjalani Hidup Syawal sellau memegang teguh prinsip yang diajarkan oleh kakeknya. Dan ternyata semua prinsip atau fatwa kakek Syawal merupakan prinsip yang Syawal pegang.

Waktu bergulir sangat cepat, Syawal mengabdikan dedikasi yang dimiliki untuk mengabdikan diri pada Negeri sebagai Guru. Syawal Tak pernah berhenti Belajar Dan terus melakukan yang terbaik.pelatihan Demi pelatihan Syawal ikuti untuk memajukan Sekolah dengan baik. Sampai paga akhirnya mengikuti programPemerintahan yang brilliant yaitu Standar Penjaminan Mutu Internal. Ruh nya SPMI sangat lah Arif dan bijaksana. Ternyata SPMI it adalah sama seperti beberapa fatwa yang kakek beritakan. Kakek Syawal sudah melaksanakan SPMI sejak dulu. Wasiatnya dari Gunung turun ke Kota

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Weisss...mantap.

11 Aug
Balas

Belajar dari Suhu nih.. bu Inayah.mksh yaaaa

11 Aug
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali